Khalifah Umar bin Khattab dan Orang Miskin

Posted by Wahyudi Poriansyah 11.40, under | No comments

Pada zaman sekarang ini banyak orang berebut untuk menjadi pemimpin atau ketua. Bagi mereka yang menyadari tentang besarnya risiko memegang jabatan sebagai ketua sudah tentu keberatan menerima jabatan tersebut. Sayyidina Abu Bakar sendiri semasa hendak meninggal dunia, mengeluh dan kesal kerena dilantik sebagai ketua (khalifah). 

Begitu juga dengan Sayyidina Umar yang dilantik sebagai khalifah selepas kematian Sayyidina Abu Bakar. Saiyidina Umar sangat mengambil berat tentang kebajikan rakyatnya. Pada suatu malam sedang dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat hal rakyatnya, dia terdengar tangisan anak-anak. Sayyidina Umar menghampiri pondok buruk tempat tinggalnya anak-anak itu.
Dia mendengar ibunya menjerang sesuatu. 

Anak-anak tadi senyap seketika apabila melihat ibunya sedang memasak. Namun masakannya tidak siap-siap sehingga anaknya tertidur dalam kelaparan. Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Sayyidina Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak sedar bahwa tamu itu ialah Sayyidina Umar. Sayyidina Umar bertanya tentang hal kehidupan wanita itu. Wanita itu mengadu bahwa dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan. Apabila anaknya menangis hendak makanan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa bongkah batu ke dalam kuali. Melihat keadaan itu, anaknya diam sebentar kerena menyangka ibunya sedang memasak sesuatu.
Wanita itu mengadu dan mengutuk Khalifah Sayyidina Umar kerana tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Mendengar kutukan wanita itu, Sayyidina Umar terdiam sejenak. Sebentar kemudian, dia memohon diri meninggalkan keluarga wanita itu. 

Dalam kegelapan malam, Sayyidina Umar terus menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri beberapa karung gandum untuk diantar ke rumah wanita itu.
Setelah sampai di rumah wanita itu, Saiyidina Umar memberi salam dan masuk ke rumahnya buat kedua kalinya. Dia mengambil gandum dari karung lalu terus memasakkan untuk wanita dan anaknya. Wanita itu masih tidak sadar bahwa orang yang datang membawa gandum dan memasak itu ialah khalifah sendiri. Setelah siap, Sayyidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk wanita dan anaknya.
Melihat mereka gembira dengan makanan, Sayyidina Umar merasa amat senang hati dan pergi dari situ. “Kalaulah Sayyidina Umar buat begini, alangkah baiknya….”, kata wanita itu tanpa menyadari orang yang berada di hadapannya ialah Sayyidina Umar sendiri.
Sumber :
Kumpulan Kisah-Kisah Teladan

0 komentar:

Blog Archive

Label Blogumus

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

KELUARGA Q

KELUARGA Q