Bagaimana Nabi Memotong Lidah Tukang Fitnah

Posted by Wahyudi Poriansyah 12:12 PM, under | No comments

PERANG Hunain sedang berkecamuk. Suku Hawazin dan Quraisy yang dipimpin oleh Abalak mengangkat senjata melawan Rasulullah dan kedua pasukan bertempur di medan Hunain, sekitar tiga mil dari Mekah .

Pertempuran sengit pun berkecamuk. Balatentara muslim mulai terdesak oleh pasukan musuh. Tetapi keberanian dan kegagahan Rasulullah yang maju ke tengah-tengah medan perang mampu menyelamatkan situasi. Pasukan musuh sama sekali bisa dipukul mundur. Harta rampasan perang yang melimpah jatuh ke tangan pasukan yang menang .

Seperti biasanya, Rasulullah membagi-bagikan empat perlima dari harta pampasan perang itu kepada orang orang yang benar-benar ikut dalam perang. Sedangkan Rasulullah sendiri mendapat bagian seperlima dan beliau membagi-bagikannya kepada anggota keluarga yang di kehendakinya .

Di antara penerima bagian rampasan perang itu adalah Abbas, seorang penyair dan baru saja masuk Islam. Dia merasa tidak puas dengan bagiannya dan mengumpat umpat Rasulullah dengan syair-syair yang menjijikkan. Rasulullah mendengar omongannya dan dengan tersenyum beliau berkata, "Bawa orang itu dari sini dan potong saja lidahnya!"

Umar yang marah melihat kelakuannya hampir saja melaksanakan perintah Rasulullah ; tetapi Ali tiba-tiba campur tangan dan menyeret si pesakitan yang gemetaran itu kelapangan umum di mana binatang ternak hasil rampasan dikumpulkan. Ali berkata, "Ambillah sebanyak yang kamu suka!"

"Apa? " tanya Abbas tak percaya. "Beginikah cara Nabi memotong lidahku ? Demi Allah, aku tidak mau mengambil sedikit pun, " kata Abbas lagi sembari menahan malu . Sejak saat itu Abbas tidak pernah menyusun bait-bait syair kecuali yang berisi pujian terhadap Rasulullah.

0 comments:

Blog Archive

Label Blogumus

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

KELUARGA Q

KELUARGA Q